Tujuan penulisan ini untuk memperoleh gambaran sejauh mana hubungan antara kontol diri (self control) dengan penerimaan diri remaja penikmat minuman keras. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang berusia 19 tahun. Data penelitian diperoleh dari observasi dan wawancara serta teori dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kontrol diri dengan penerimaan diri pada remaja penikmat minuman keras. Semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi perilaku penyimpang, sebaliknya, semakin tinggi kontol diri, semakin rendah perilaku penyimpangan. Selain itu, penerimaan diri yang baik mampu mengarahkan remaja terhadap penyesuaian emosi dan sosial.
Kata kunci : kontrol diri, penerimaan diri, remaj