Identifikasi tanda tangan manusia merupakan proses untuk mengenali dan
menentukan tanda tangan dari seseorang. Teknologi identifikasi tanda tangan termasuk di
dalam biometrik yang menggunakan karekteristik perilaku alami manusia. Selama ini,
pengenalan tanda-tangan dilakukan secara manual. Oleh sebab itu perlu dilakukan
penelitian untuk membuat sebuah system pengenalan yang terkomputerisasi. Pada
penelitian ini digunakan metode jaringan saraf tiruan perambatan balik (backpropagation).
Sistem identifikasi yang diimplementasikan ini menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan
Perambatan Balik (Backpropagation) dengan bantuan bahasa pemrograman Delphi.
Langkah-langkah pengembangan aplikasinya meliputi: akuisisi citra tanda-tangan,
segmentasi citra, ekstraksi ciri citra, pelatihan dan pengujian. Proses pelatihan yang
dilakukan adalah menentukan bobot awal sistem, menentukan target keluaran sebagai
patokan pelatihan menyesuaikan keluaran, melakukan perbaikan bobot sampai kesalahan
yang terhitung lebih kecil daripada kesalahan toleransi. Perbaikan bobot dilakukan dengan
melakukan umpan balik sinyal keluaran ke lapis tersembunyi dan lapis masukan. Bobot
terakhir yang diperoleh disimpan pada basisdata, yang kemudian akan digunakan pada
proses pengujian. Selain itu, pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
pengenalan data yang dimasukkan setelah melewati tahap pelatihan. Pada penelitian ini
digunakan 150 citra tanda-tangan yang terdiri atas 10 responden untuk basisdata dengan
tiap responden diambil 10 data dan ditambah 5 responden di luar basisdata dengan tiap
responden diambil 5 data. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa sistem memiliki
persentase tingkat keberhasilan dalam mengenali tanda-tangan sebesar 95% untuk
pengujian terhadap data yang dilatihkan dan sebesar 88% untuk pengujian terhadap data
luar.
Kata-kunci:Tanda-tangan, Jaringan Saraf Tiruan, Umpan Maju (Feedforward),
Perambatan Balik (Backpropagation), Perbaikan Bobot