LATAR BELAKANG : Stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stresor psikososial, yang artinya proses stres didahului dengan adanya sumber stres atau stresor. Terutama siswa pada masa peralihan seringkali mengalami perubahan dan stres. Hal ini tentu dapat menjadi masalah apabila dampak dari stres sampai berdampak negatif secara kognitif, emosional, fisiologis, dan perilaku. Kemudian terdapat pembimbing akademik diharapkan memberikan peranan untuk membantu baik di bidang akademiknya maupun non akademiknya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti tingkat stres pada siswa tahun pertama di Sekolah Menengah Atas (SMA) A dan hubungan peranan pembimbing akademik dengan kejadian stres.
METODE: Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional Analitik. Sampel yang digunakan adalah 111 orang siswa. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS for Windows versi 21 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.
HASIL: Terdapat hubungan antara peranan pembimbing akademik dengan stres (p=0,006), terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan stres (p=0,009)
KESIMPULAN: Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peranan pembimbing akademik, dan mekansme koping terhadap stres pada siswa tahun pertama di Sekolah Menengah Atas A