PENGGALIAN PERTUNJUKAN WAYANG KULIT GAYA KERAKYATAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN WAYANG INDONESIA
LAPORAN TAHUN I PENELITIAN BERBASIS KOMPETENSI
Tujuan utama dari penelitian ini adalah menggali pertunjukan wayang kulit
gaya kerakyatan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan wayang Indonesia.
Wayang gaya kerakyatan yang ada di daerah pesisiran dan pedesaan telah
mengalami kepunahan. Upaya revitalisasi wayang gaya kerakyatan dimaksudkan
untuk menghidupkan kembali genre wayang di pesisiran, pegunungan, dan
pedesaan yang memiliki kekuatan pada ciri lokalitasnya, yakni wayang Jawa
Timuran, wayang Bagelenan, dan wayang Banyumasan.
Target tahun pertama: (1) terdeskripsikannya genre wayang Jawa Timuran
(Porongan, Mojokertoan, dan Malangan); (2) terumuskannya konsep estetika
pertunjukan wayang Jawa Timuran; (3) tersajikannya makalah pada seminar
nasional yang diprosidingkan; (4) terbitnya artikel ilmiah pada jurnal nasional
terakreditasi; (5) terbitnya buku ajar wayang Jawa Timuran; dan (6) terbangunnya
jejaring kerja sama dengan Taman Budaya Jawa Timur.
Metode pencapaian tujuan: (1) pengumpulan data mengenai wayang
kerakyatan (Jawa Timuran) dengan studi pustaka, wawancara, dan observasi; (2)
analisis data dengan menerapkan konsep estetika pedalangan dan teori
rekonstruksi, revitalisasi, dan inovasi; dan (3) perumusan konsep estetika
pertunjukan wayang gaya kerakyatan dengan cara menemukan konsep
penyusunan lakon, boneka wayang, musik wayang, bahasa wayang, dan desain
pertunjukan.
(Kata kunci: penggalian, wayang gaya kerakyatan, Jawa Timuran, konsep
estetika, pelestarian dan pengembangan