Artikel bertujuan memberikan informasi kondisi terkini tentang akuntabilitas BMT di Indonesia. Kekurangan dewan pengawas dan permintaan yang rendah terhadap pernyataan finansial yang teraudit memberikan sumbangan yang sangat sedikit bagi manajer BMT untuk menjadikan pernyataan finansial mereka teraudit oleh auditor independen. Teknik estimasi statistik sekitar 1 proporsi sampel memberikan estimasi 95% confidence level dan hanya 7-20% dari BMT yang diaudit oleh auditor independen. Kebanyakan alasan BMT tidak diaudit adalah karena merasa tidak membutuhkan audit dan harga untuk sebuah audit cukup mahal