Latar Belakang : Keripik tempe merupakan makanan ringan yang terbuat dari
tempe kedelai dan menggunakan cara penggorengan untuk pengolahannya. Zat
gizi pada tempe terutama protein bersifat mudah rusak apabila diolah
menggunakan suhu tinggi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan teknik
penggorengan terhadap kadar protein terlarut dan daya terima keripik tempe.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain ekperimental, metode
penggorengan atmosferik dengan suhu 1400C dan waktu 7 menit, metode
penggorengan vakum dengan suhu 900C dan waktu 45 menit, pengujian kadar
protein terlarut, serta pengujian penerimaan sensorik. Percobaan menggunakan
rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis
data menggunakan uji T-Test Independent dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil : Rata-rata kadar protein terlarut keripik tempe yang digoreng
menggunakan teknik penggorengan atmosferik dan penggorengan vakum yaitu
2,43 g dan 2,73 g.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji daya terima, ada perbedaan daya terima
terhadap warna, tekstur dan kesukaan keseluruhan keripik tempe yang digoreng
dengan teknik yang berbeda . Namun tidak ada perbedaan daya terima terhadap
rasa dan aroma keripik tempe yang digoreng dengan teknik yang berbeda serta
tidak ada perbedaan kadar protein terlarut terhadap keripik tempe yang digoreng
menggunakan teknik yang berbeda.
Saran : Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menentukan tekanan pada
vacuum frying yang baik untuk menghasilkan keripik yang memiliki tekstur yang
renyah