Remaja harus memiliki kepercayaan diri dengan apa yang mereka punya dan mampu memanfaatkan potensinya, namun pada kenyataannya tidak semua remaja khususnya sebagai mahasiswa baru mempunyai kepercayaan diri yang tinggi karena masih memasuki lingkungan yang baru. Salah satu faktor yang berpengaruh pada kepercayaan diri yakni persahabatan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan antara persahabatan dengan kepercayaan diri pada remaja, sehingga penulis mengajukan hipotesis ”Ada hubungan antara persahabatan dengan kepercayaan diri pada remaja”.
Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa psikologi, UMS angkatan 2014 yang berada di rentang usia remaja akhir yang berjumlah 86 subjek. Teknik pengambilan sampel adalah yaitu incidental sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap variabel-variabel penelitian ada 2 macam alat ukur, yaitu : (1) skala persahabatan, dan (2) skala kepercayaan diri. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment.
Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh korelasi positif yang sangat signifikan antara persahabatan dengan kepercayaan diri pada remaja dengan (r) sebesar 0,878 dengan p 85. Jadi rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada umumnya persahabatan pada mahasiswa Psikologi angkatan 2014 adalah tinggi. Selanjutnya rerata empirik kepercayaan diri yang dibandingkan dengan rerata hipotetik yakni rerata empirik sebesar 137,10 dan rerata hipotetik sebesar 115. Jadi rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada umumnya mahasiswa psikologi angkatan 2014 mempunyai kepercayaan diri juga tinggi. Peranan persahabatan terhadap kepercayaan diri (SE) sebesar 77,1%, sehingga masih terdapat 22,9% faktor lain selain persahabatan yang mempengaruhi kepercayaan diri pada remaja