HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA MENJADI KADER DENGAN
KETERAMPILAN KADER DALAM PENGUKURAN ANTROPOMETRI DI
POSYANDU DESA GAWANAN KECAMATAN COLOMADU
KABUPATEN KARANGANYAR
Pendahuluan:Status gizi pada balita dapat diketahui dengan melakukan pengukuran
antropometri.Pengukuran antropometri pada balita sering dilakukan di Posyandu .Posyandu
sangat tergantung pada peran kader.Pengukuran kader dalam penggunaan antropometri
ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan lamanya menjadi kader.
Tujuan:Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan lama menjadi kader dengan
keterampilan kader dalam pengukuran antropometri di posyandu desa Gawanan Kecamatan
Colomadu Kabupaten Karanganyar
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode
cross sectional yang akan menjelaskan hubungan tingkat pendidikan dan lama menjadi
kader sebagai variabel independen dan keterampilan kader dalam pengukuran
antropometri di posyandu sebagai variabel dependen.Jumlah subyek penelitian ada 50
kader posyandu.Analisis data di lakukan dengan uji Rank Spearman
Hasil :Berdasarkan analisis univariat tingkat pendidikan kader sebagian adalah SMA
sebesar 42%.Lama menjadi kader sebesar 56% adalah lebih dari 5 tahun dan keterampilan
kader dalam pengukuran antropometri baik adalah 34%.Analisis Bivariat menunjukkan ada
hubungan tingkat pendidikan dengan keterampilan pengukuran antropometri kurang yaitu
sebesar 63.6%. Ada hubungan lama menjadi kader dengan keterampilan pengukuran
antropometri yaitu ≥ 5 tahun menjadi kader keterampilan pengukuran antropometri sebesar
50%.
Kesimpulan :Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pendidikan dan
lama menjadi kader dengan keterampilan pengukuran antropometri di posyandu desa
Gawanan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganya