Pendahuluan: Cerebral palsy adalah sindrom non-progresif postur dan gangguan motorik yang
merupakan hasil dari kerusakan pada Sistem Saraf Pusat (SSP) dan menjadi penyebab umum
kecacatan pada masa kanak-kanak. Tanda-tanda utama dari gangguan ini adalah adanya
spastisitas, gangguan gerak, kelemahan otot, dan kekakuan. Permasalahan umum yang sering
dijumpai dalam kasus Cerebral palsy diplegi adalah spastisitas. Spastisitas adalah suatu kelainan
dari motorik yang ditandai dengan abnormalitas tonus akibat dari peningkatan reflek tendon.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi spastisitas adalah dengan aromaterapi,
Aromaterapi adalah metode yang menggunakan minyak essensial untuk meningkatkan kesehatan
fisik dan emosi.Dengan memberikan aromaterapi, anak dengan Cerebral palsy akan merasa
nyaman dan tenang sehingga terjadi penurunan tonus otot yang membuat tingkat spastisitas juga
menurun.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian
aromaterapi terhadap kontrol spastisitas pada anak cerebral palsy spastik diplegi.
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kasus dengan bentuk
desain A-B-A-B. A adalah fase pengukuran spastisitas, dan B adalah fase tindakan aromaterapi.
Subyek pada penelitian ini akan diukur tingkat spastisitasnya dengan skala ashworth di hari
pertama sebagai data awal. Hari ke dua sampai dengan hari ke tujuh subyek akan diberi
perlakuan aromaterapi dan diukur tingkat spastisitasnya dengan skala Ashworth pada pre dan
post tindakan aromaterapi.
Hasil Penelitian: Pemberian aromaterapi pada subyek dengan Cerebral palsy spastik diplegi
memiliki pengaruh terhadap tingkat spastisitas, dimana pada subyek 1 dan 2 terjadi penurunan 1
point dalam derajat spastisitas. Kesimpulan: Ada pengaruh aromaterapi terhadap penurunan
tingkat spastisitas pada anak cerebral palsy spastik diplegi