Pendahuluan: Puskesmas Musuk I Kabupaten Boyolali memiliki prevalensi
ekskresi yodium urin ibu hamil defisit mencapai 63,33%. Defisiensi yodium dan
konsumsi zat goitrogenik yang tinggi dapat menyebabkan GAKY (Gangguan
Akibat Kekurangan Yodium).
Tujuan: Mengetahui hubungan faktor demografi, frekuensi konsumsi zat
goitrogenik dan status yodium urin ibu hamil di wilayah Puskesmas Musuk I
Kabupaten Boyolali.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik
simple random sampling, dengan jumlah sampel adalah 38 ibu hamil. Data
demografi berupa umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat
pendapatan serta data frekuensi konsumsi zat goitrogenik diperoleh melalui
wawancara menggunakan bantuan kuesioner dan Food Frequency
Questionnaire (FFQ). Data status yodium urin diperoleh dari data Eksresi yodium
urin Kabupaten Boyolali. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test dan
Chi-Square.
Hasil: Persentase ibu hamil dengan umur berisiko adalah 23,7%, ibu hamil yang
memiliki pendidikan dasar 52,6%, ibu hamil tidak bekerja 76,3%, ibu hamil
dengan tingkat pendapatan keluarga rendah 44,7%, ibu hamil dengan frekuensi
konsumsi zat goitrogenik tinggi 52,6% dan ibu hamil dengan status yodium urin
kurang 60,5%. Meningkatnya jumlah pendapatan keluarga ibu hamil menurunkan
frekuensi konsumsi zat goitrogenik.
Kesimpulan: Hubungan signifikan hanya ditemukan antara tingkat pendapatan
dengan frekuensi konsumsi zat goitrogenik.
Saran: Perlu adanya penilaian lebih lanjut mengenai variabel lain yang
berhubungan dengan status yodium urin yang belum terungkap dalam penelitian
ini