Hubungan Antara Kondisi Sosial Ekonomi Dan Perilaku Hidup
Sehat Dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru DiBalai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta
Latar Belakang : Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular karena
Mycobacterium tuberculosis yang dipengaruhi oleh status gizi. Perilaku hidup dan
tingkat pendidikan mempengaruhi status gizi. Terjadinya penurunan status gizi
dapat disebabkan oleh perilaku hidup tidak sehat. Apabila tingkat pendidikan
tinggi maka pengetahuan gizi baik sehingga status gizi menjadi baik. Faktor lain
yang mempengaruhi status gizi adalah status sosial ekonomi yang berdampak
pada pola hidup.
Tujuan : Mengetahui hubungan kondisi sosial ekonomi dan perilaku hidup sehat
dengan status gizi pasien Tuberkulosis paru di BBKPM Surakarta.
Metode : Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Jumlah
sampel 33 pasien rawat jalan. Pengambilan data kondisi sosial ekonomi (tingkat
pendidikan, tingkat pendapatan, dan status pekerjaan) serta perilaku hidup sehat
menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi berdasarkan data antropometri.
Analisis hubungan menggunakan chi square, jika tidak memenuhi syarat
menggunakan fisher exact.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 54,1% subjek memiliki tingkat pendidikan
lanjut, 54,1% subjek memiliki tingkat pendapatan di bawah UMP, 89,2% subjek
bekerja, 59,5% subjek memiliki perilaku hidup sehat, dan 62,2% subjek memiliki
status gizi normal. Hasil uji korelasi untuk tingkat pendidikan dengan status gizi
adalah p=0,699, tingkat pendapatan dengan status gizi adalah p=0,769, status
pekerjaan dengan status gizi adalah p=0,625, dan perilaku hidup sehat dengan
status gizi adalah p=0,247.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat
pendapatan, status pekerjaan, dan perilaku hidup sehat dengan status gizi