Pendahuluan : Berdasarkan hasil survey pendahuluan di SMP Al Islam 1
Surakarta didapatkan hasil bahwa sebanyak 21,2% responden mempunyai
status gizi lebih. Selain disebabkan oleh konsumsi fast food yang sering,
kejadian overweight dapat juga disebabkan oleh aktivitas fisik yang kurang dan
pengetahuan gizi yang rendah.
Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan gizi, kebiasaan konsumsi
fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada siswa di SMP Al
Islam 1 Surakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan
pendekatan cross sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 44 dipilih dengan
metode proporsional stratified random sampling. Data pengetahuan gizi dan
kebiasaan konsumsi fast food dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data
aktivitas fisik diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir recall 3x24
jam. Analisis data dengan korelasi pearson product moment.
Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan pada kelompok status gizi normal
86,4% memiliki pengetahuan gizi baik, 68,2% jarang mengkonsumsi fast food
dan 81,8% memiliki aktivitas fisik ringan, pada kelompok overweight 81,8%
memiliki pengetahuan gizi baik, 86,4% sering mengkonsumsi fast food dan 100%
memiliki aktivitas fisik ringan. Hasil uji hubungan diketahui pengetahuan gizi
(p=0,465), kebiasaan konsumsi fast food (p=0,000) dan aktivitas fisik (p=0,003).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi
dengan kejadian overweight dan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan
konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight