Pendahuluan : Kalsium merupakan zat gizi mikro yang memiliki peran penting dalam tubuh. Kekurangan kalsium menyebabkan Osteoporosis. Banyak cara agar dapat mencegah terjadinya Osteoporosis, salah satunya adalah dengan cara mengkonsumsi makanan sumber kalsium. Alternatif sumber kalsium yang murah adalah tulang ikan lele yang dapat diolah kedalam bentuk tepung- tepungan. Tepung tulang ikan lele banyak mengandung kalsium dengan diolah menjadi kerupuk, karena kerupuk banyak disukai masyarakat.
Tujuan : Mengetahui pengaruh subsitusi tepung tulang ikan lele dumbo (Clarias
sp.) terhadap kadar kalsium, daya kembang dan daya terima pada kerupuk. Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan penambahan tepung tulang ikan lele 0%, 5%, 10% dan 15%. Data daya kembang, kadar kalsium (Sepektofotometri Serapan Atom) dan daya terima (Uji Hedonik) dianalisis dengan menggunakan uji statistik SPSS 17 One Way Anova dan kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test), pada level 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan daya kembang tertinggi ditunjukkan pada
kerupuk dengan subsitusi tepung tulang ikan lele 0% (kontrol) yaitu 74,23%. Semakin tinggi subsitusi tepung tulang ikan lele (15%) pada kerupuk, semakin tinggi pula kadar kalsiumnya (1,77%). Kerupuk dengan penambahan tepung tulang ikan lele 5% lebih dapat diterima panelis.
Kesimpulan : Ada pengaruh subsitusi tepung tulang ikan lele terhadap kadar
kalsium, daya kembang dan daya terima kerupu