Penggunaan pupuk kimia dalam dosis tinggi yang bertujuan untuk
meningkatkan produksi dan produktifitas tanaman namun cenderung kurang
mempedulikan lingkungan. Kulit telur bagi masyarakat umum hanya dianggap
sebagai limbah rumah tangga. Padahal dalam cangkang telur mengandung
kalsium karbonat. Kandungan kalsium yang cukup besar berpotensi untuk
dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah
1) Mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dari bahan cangkang telur
dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman seledri
(Apium graveolens L.) 2) Mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman seledri
(Apium graveolens L.) diantara perlakuan tersebut. Perameter yang diukur
adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor
yaitu konsentrasi pupuk organik dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu
dengan perlakuan P0 (Tanaman seledri tanpa perlakuan), P1 ( konsentrasi
pupuk 2,5%) dan P2 (konsentrasi pupuk 7,5%).Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dari masing-masing perlakuan menunjukkan hasil pertumbuhan yang
berbeda. Pada perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan pertumbuhan yang kurang
baik, sedangkan perlakuan P2 (konsentrasi pupuk 7,5%) menunjukkan hasil
pertumbuhan yang lebih baik dibanding dengan perlakuan P1 (konsentrasi
pupuk 2,5%). Hal ini karena pada konsentrasi pupuk 7,5% kandungan kalsium
lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman seledri khususnya tinggi batang,
jumlah daun dan biomassa tumbuh dengan baik