Latar Belakang : Endurance merupakan salah satu komponen kebugaran fisik
yang penting dalam olahraga Tapak Suci, terdiri dari Muscular Endurance (daya
tahan otot) dan Cardiorespiratory Endurance (VO2 max). Atlet tapak suci
dituntut untuk mengkontraksikan otot semaksimal mungkin secara eksplosif dan
harus mempunyai daya tahan umum atau kemampuan aerobik yang tinggi.
Kondisi tersebut dapat dicapai apabila didukung komposisi tubuh yang baik.
Salah satu pemeriksaan dalam menilai komposisi tubuh adalah pengukuran
antropometri. Pengukuran ini dapat menilai apakah komponen tubuh tersebut
sesuai dengan standar normal atau ideal. Pengukuran antropometri yang paling
sering digunakan adalah rasio antara berat badan (kg) dan tinggi badan (m)
kuadrat, yang disebut IMT.
Tujuan Penelitian : Mengetahui profil IMT dan V maks pada mahasiswa
anggota Tapak suci di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik.
Pelaksanaan penelitian dilakukan pada mahasiswa anggota Tapak Suci di
Universitas Muhammadiyah Surakarta sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan
data dilakukan dengan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan variabel
yang dilakukan satu saat dan hanya satu kali.
Hasil Penelitian : Melihat dari data responden dalam penelitian tentang IMT dan
VO2 maks menyatakan bahwa IMT dan VO2 maks mahasiswa anggota Tapak
Suci di Universitas Muhammadiyah Surakarta bervariasi hasilnya dan kategori
yang paling dominan untuk IMT adalah normal sebesar 85% sedangkan VO2
maks kategori baik sebesar 45% dengan rentang usia 18–22 tahun, dimana nilai
IMT perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki sedangkan nilai VO2 maks
responden laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan responden perempuan. Kesimpulan : Sebagian besar responden memiliki IMT normal dan V maks
baik.
Background : Endurance is component fitness of important physical in Tapak
Suci athletic, consist of Muscular Endurance and Cardiorespiratory Endurance
(VO2 Max). Tapak Suci Atlet have to maximum muscle contraction by eksplosif
and have endurance or ability of high aerobik. The condition can have if supported
by good body composition. Inspection to assess body composition measurement
of antropometri. This measurement can assess what is the body component as
according to ideal or normal standard. Measurement of antropometri the used is
heavy of body (kg) and high of body (m) ratio, so-called body mass Index.
Objective : To Know profile of IMT and of VO2 maks at Tapak Suci member
student in Muhammadiyah University of Surakarta.
Method : This research represent analytic descriptive research. Execution of
research at Tapak Suci member student in University of Muhammadiyah
Surakarta counted 20 people. Technique intake of data with approach of sectional
cross that is gathering of variable one moment and only once.
Results : From responden data in research about IMT and VO2 maks express that
IMT and VO2 maks Tapak Suci member student in University Muhammadiyah of
Surakarta vary its result and dominant category for IMT is normal equal to 85%
while good VO2 category maks equal to 45% spanned age 18-22 year, where
value of IMT compared to higher woman of men while value of VO2 compared to
higher men responder maks of woman responder.
Conclusion : Most responder have normal IMT and good VO2 maks