Permasalahan yang timbul dalam produksi jamur adalah melimpahnya
limbah baglog yang belum bisa dimanfaatkan sehingga berpotensi sebagai
sumber polusi di lingkungan. Solusi yang akan diberikan adalah mengolah
limbah baglog secara aerob dengan memanfaatkan inokulum kotoran hewan sapi.
Feses sapi mengandung mikroorganisme yang diharapkan mampu mendegradasi
limbah baglog yang kaya akan kandungan lignin, selulose, dan helmiselulose
sehingga permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Baglog apabila dibiarkan di
alam akan didegradasi oleh mikroba, namun membutuhkan waktu yang lama.
Oleh karena itu diolah menggunakan inokulum kotoran hewan sapi untuk
percepatan proses degradasi agar dapat digunakan kembali, serta menekan
tumpukan limbah di lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh
konsentrasi inokulum kotoran sapi terhadap kualitas kimia pupuk organik dari
limbah baglog jamur. Metode penelitian eksperimen 1 faktor dengan 4 kombinasi
perlakuan, konsentrasi inokulum kotoran sapi 0%, 20%, 30%, 40%. Desain
percobaan RAL, dengan uji analisis One Way Anova. Indikator fisik yang diukur
meliputi lama waktu proses degradasi, suhu, pH, kelembaban, aroma, tekstur,
warna. Nutrisi yang diukur berupa kandungan makronutrien. Lama waktu
penelitian 27 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia (N, P,
K) tertinggi pada kosentrasi 40%, sedangkan terendah pada konsentrasi 0%.
Suhu tertinggi pada hari ke-18. pH netral pada akhir pengomposan. Bau, tekstur,
dan warna yang dihasilkan yaitu berbau seperti tanah, bertekstur lembut, dan
berwarna coklat kehitaman. Kesimpulan yang diperoleh yaitu konsentrasi
inokulum kotoran sapi berpengaruh terhadap kualitas kimia (N, P, K) pupuk
organik yang dihasilkan