Latar Belakang: Usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia di atas
60 tahun. Proses menua akan mempengaruhi perubahan pada sistem tubuh, salah
satunya penurunan fungsi muskuloskeletal. Penurunan fungsi yang nyata adalah
penurunan kekuatan otot. Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau kelompok
otot untuk menghasilkan gaya maksimal. Otot quadriceps femoris merupakan otot
pada sendi lutut yang berfungsi sebagai stabilisasi aktif sendi lutut dan juga
berperan dalam pergerakan sendi yaitu gerakan ekstensi knee yang digunakan
dalam aktifitas berjalan. Penurunan kekuatan otot kaki diidentifikasi sebagai
faktor risiko yang paling kuat terkait dengan risiko jatuh. Penurunan kekuatan otot
quadriceps femoris merupakan faktor risiko jatuh pada usia diatas 50 tahun.
Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
kekuatan otot quadriceps femoris dengan risiko jatuh pada lansia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei cross sectional
dengan pendekatan observasi poin time opproach. Responden dalam penelitian ini
adalah semua lansia di Desa Teguhan dengan usia diatas 60 tahun dan dilakukan
di Desa Teguhan Kelurahan Plumbungan Kecamatan Karangmalang Kabupaten
Sragen dengan total sampel 20 orang, diambil dengan tehnik purposive sampling
pada bulan Juli 2014. Kekuatan otot quadriceps femoris diukur dengan tes 1RM
dan tingkat risiko jatuh dinilai dengan time up and go test.
Hasil: Uji korelasi menggunakan uji non parametrics spearman, diperoleh hasil
p = < 0,05 ( p = 0,024) yang berarti bahwa korelasi antara kekuatan otot
quadriceps femoris dengan risiko jatuh adalah bermakna, dimana terdapat
hubungan diantara dua variabel yang diuji. Kekuatan korelasi menunjukkan
bahwa kekuatan otot quadriceps femoris berpengaruh terhadap risiko jatuh
sebesar -0,503% yaitu cukup dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Tanda (-)
menunjukkan hubungan yang berlawanan, semakin besar nilai satu variabel
semakin kecil variabel lainnya dimana semakin besar kekuatan otot quadriceps
femoris maka semakin kecil tingkat risiko jatuh pada lansia.
Kesimpulan: Ada hubungan kekuatan otot quadriceps femoris dengan risiko
jatuh pada lansia