Analisis Spasial Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran, Kota Semarang, Kota Salatiga Dan Purwodadi) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012
KEDUNGSAPUR merupakan satu dari delapan kawasan strategis yang tercantum
di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah No 21 Tahun
2003 dan direncanakan sebagai kawasan pemerataan pendapatan asli daerah serta
menggurangi ketimpangan wilayah. Usaha-usaha yang dilakukan dalam mendorong
terjadinya kerjasama antar daerah sangat diperlukan, diantaranya dengan menggali
sektor-sektor potensial lintas daerah sehingga distribusi pendapatan menjadi lebih
merata sehingga dapat mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi wilayah secara
lebih optimal.
Pertumbuhan ekonomi kawasan KEDUNGSAPUR secara keseluruhan, terus
mengalami peningkatan yaitu pada periode tahun 2008-2012 rata-rata mengalami
pertumbuhan sekitar 5,6 %. Namun jika dilihat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi
masing-masing kabupaten/ kota yang masuk dalam kawasan strategis
KEDUNGSAPUR masih ada yang tumbuh di bawah 5,6 %, selain Kabupaten
Grobogan. Perbedaan pertumbuhan ekonomi di masing-masing kabupaten/ kota
mengindikasikan adanya ketimpangan wilayah dan perbedaan potensi sumberdaya.
Ketimpangan pendapatan antar daerah dapat menyebabkan permasalahan pembangunan
dan ketidakstabilan pertumbuhan perekonomian. Penelitian ini bertujuan; 1) mengetahui
pola pertumbuhan ekonomi secara keruangan, 2) mengetahui sektor yang
mempengaruhi pola pertumbuhan ekonomi dan 3) mengetahui faktor geografis yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis
Indeks Williamson, Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ) dan analisis komparasi
wilayah (Spasial).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Kota Semarang masuk kategori
ketimpangan tinggi dengan nilai IW 1,6 atau lebih > 0,5. Sedangkan rata-rata nilai
agregat IW kawasan KEDUNGSAPUR periode tahun 2008-2012 sebesar 0,45 atau lebih
kecil < 0,5 dan masuk kategori moderat (cenderung stabil). Sedangkan, pertumbuhan
ekonomi yang paling dominan adalah sektor Bangunan 6,75 %, sektor jasa-jasa 6,23 %
perdagangan, hotel dan restoran sebesar 6 %, serta sektor pengangkutan dan komunikasi
sebesar 5,78 %, artinya pertumbuhan ekonomi tiap sektor mampu mendorong
pertumbuhan dan pembangunan di kabupaten/ kota di kawasan KEDUNGSAPUR serta
berpotensi untuk dikembangkan dimasa yang akan datang. Untuk hasil Tipology
Klassen kabupaten/ kota, Kabupaten Grobogan termasuk daerah realatif tertinggal
(Kuadran IV) dan kabupaten/kota yang lain masuk dalam daerah maju tapi tertekan
(Kuadran III). Sedangkan (LQ), potensi sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat
adalah sektor bangunan dan jasa layak dikembanglan dimasa yang akan datang