Latar Belakang : Melasma adalah bercak-bercak pigmentasi bewarna coklat muda sampai coklat tua di daerah wajah. Di Indonesia perbandingan kasus melasma antara wanita dan pria adalah 24:1, dan terbanyak terjadi pada wanita usia produktif yaitu 30-44 tahun dengan riwayat terpapar sinar matahari secara langsung. Dari 400 wanita hamil 5,8%mengalami melasma. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh kehamilan terhadap
insidensi melasma pada ibu hamil di Klinik Abu Salman Pabelan Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectional yang dilaksanankan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2014 di
Klinik Abu Salman Pabelan. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat 25wanita hamil dan 25 wanita tidak hamil. Masing-masing sampel menisi lembar biodata dan inform consent sebagai tanda persetujuan
kemudian sampel difoto untuk selanjutnya dikonsultasikan ke dokter spesialis kulit. Hasil : Hubunganantarakehamilan dan insidensi melasma nilai p=0,024 (p>0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kehamilan dan insidensi melasma pada ibu hamil di Klinik Bersalin Abu Salman Pabelan