Kebersyukuran mampu menambah kekuatan keyakinan diri pada
seseorang bahwa ia mampu untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Efikasi diri
terdiri dari kognitif, sosial, perilaku dan emosional, dimana aspek emosional dapat
dipengaruhi oleh sikap kebersyukuran yang akan memunculkan efikasi yang
tinggi pada seseorang. Dengan demikian kebersyukuran yang semakin tinggi
dapat menumbuhkan efikasi diri yang semakin baik. Tujuan dari diadakannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebersyukuran, tingkat efikasi
diri,dan mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan efikasi diri guru tidak
tetap di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah. Populasi penelitian ini adalah guru
tidak tetap (GTT) di SD Muhammadiyah di Surakarta yang berjumlah kurang
lebih 200 GTT yang tersebar ke dalam 21 SD Muhammadiyah di Surakarta, dan
pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling, dengan mengacak
nama Sekolah dan menggunakan subjek pada Sekolah tersebut sampai mencapai
100 subjek. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis
statistik dengan teknik korelasi product moment untuk mencari korelasi antara dua
variabel yang terlibat yaitu kebersyukuran dan efikasi diri. Teknik korelasi
product moment ini menggunakan program SPSS.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis
statistik dengan teknik korelasi product moment untuk mencari korelasi antara dua
variabel yang terlibat yaitu kebersyukuran dan efikasi diri. Teknik korelasi
product moment ini menggunakan program SPSS windows.
Hasil penelitian menunjukkan kebersyukuran memiliki hubungan yang
positif dan signifikan dengan efikasi diri pada guru tidak tetap (GTT) di SD
Muhammadiyah di Surakarta diketahui dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,610;
p = 0,000 (p<0,01). Dengan demikian semakin tinggi kebersyukuran seseorang
maka semakin tinggi efikasi dirinya, sebaliknya semakinrendah kebersyukuran
maka semakin rendah efikasi dirinya.Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel
kebersyukuran mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 70,23 dan rerata hipotetik
(RH) sebesar 52,5 yang berarti kebersyukuranpada subjek tergolong tinggi.
Variabel efikasi diri diketahui rerata empirik (RE) sebesar 76,31 dan rerata
hipotetik (RH) sebesar 60 yang berarti kemampuan efikasi diri pada subjek
tergolong tinggi