Film merupakan salah satu media massa yang dapat merepresentasikan
nilai-nilai kehidupan dari kehidupan nyata serta sarana baru untuk menyajikan
hiburan. Film memiliki cara tersendiri dalam menarik perhatian khalayak, terkadang
film juga mampu mempengaruhi khalayak dari muatan pesan yang disampaikan
sesuai fungsi yang terkandung dalam film seperti fungsi edukatif, informatif juga
persuasif. Permasalahan yang kini dihadapi oleh Indonesia dan menjadi perhatian
cukup serius pemerintah yakni konflik identitas warga negara dan juga mengenai
kesejahteraan rakyat Indonesia yang mengancam kedaulatan Indonesia, apalagi yang
terjadi di perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Film Tanah Surga Katanya ini
menyajikan problematika kehidupan masyarakat Indonesia di perbatasan Kalimantan
Barat yang mengalami krisis nasionalisme dan patriotisme sehingga mampu
menghancurkan kedaulatan dan ketahanan pertahanan bangsa Indonesia.
Di dalam film terdapat banyak tanda-tanda yang tampak maupun tak
tampak yang melambangkan suatu makna tertentu dan kemudian dapat dianalisis
dengan lebih mendalam. Untuk meneliti film ini, peneliti menggunakan metode
analisis semiotika Roland Barthes. Metode ini mampu menjabarkan makna-makna
yang berupa tanda-tanda dalam film dengan pembagian makna denotasi, konotasi dan
mitos. Peneliti menyisipkan adegan serta dialog film yang merepresentasikan
nasionalisme dan patriotisme masyarakat di perbatasan.
Dari penelitian ini, kesimpulan yang didapat peneliti adalah jiwa
nasionalisme dan patriotisme masyarakat di perbatasan Kalimantan Barat semakin
merosot dikarenakan minimnya jaminan kesejahteraan hidup mereka dari pemerintah
Indonesia, sehingga mereka memilih untuk beralih ke Malaysia yang mana
kesejahteraan mereka dipenuhi. Namun dalam film Tanah Surga katanya ini juga
menyajikan masih adanya nasionalisme dan patriotisme yang dimiliki orang-orang di
perbatasan meskipun hanya melalui simbol-simbol dan tindakan kecil yang ditujukan
terhadap bangsa. Untuk merekonstruksi jiwa nasionalisme dan patriotisme di
perbatasan perlu campur tangan pemerintah dengan pembangunan dan
pengembangan daerah perbatasan