Somatisasi terjadi akibat dari kondisis stres, yang berasal dari stressor
kehidupan. Terjadinya stres pada individu karena individu gagal dalam
menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Pada kenyataannya beberapa siswa
tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan baik. Apabila siswa memiliki
penyesuaian diri yang baik, siswa dapat bereaksi secara efektif terhadap situasi
yang berbeda, dapat memecahkan konflik tanpa menggunakan tingkah laku
simtomatik.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui apakah ada hubungan
antarapenyesuaian diri terhadap tuntutan akademik dengan kecenderunmgan
somatisasi, 2) mengetahui sumbangan efektif penyesuaian diri terhadap tuntutan
akademik dengan kecenderungan somatisasi, 3) mengetahui tingkat penyesuaian
diri terhadap tuntutan akademik, 4) mengetahui tingkat kecenderungan somatisasi.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan alat
ukur skala. Subjek penelitian adalah siswa-siswi SMA Al Islam 1 Surakarta kelas
X. Data variabel penelitian diungkap dengan skala penyesuaian diri terhadap
tuntutan akademik dan skala somatisasi. Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah korelasi Product Moment dari Pearson.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh korelasi koefisien rxy = -
0,282 dengan sig. = 0,017; p < 0,05, sehingga hipotesis yang diajukan diterima,
sehingga dapat dikatakan ada hubungan negatif yang signifikan antara
penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik dengan kecenderungan somatisas.
Sumbangan efektif sebesar 7,9% dan sisanya 92,1% dipengaruhi variabel lain.
Tingkat penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik termasuk ke dalam kategori
tinggi dengan rerata empirik sebesar 42,79%. Tingkat kecenderungan somatisasi
termasuk ke dalam kategori rendah dengan rerata empirik sebesar 14,61.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang
signifikan antara penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik dengan
kecenderungan somatisasi. Hal tersebut mengandung pengertian bahwa semakin
tinggi penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik maka semakin rendah
kecenderungan somatisasi siswa ketika berada di sekolah, begitu juga sebaliknya