Kadar Vitamin C Dan Organoleptik Soygurt Dengan Penambahan Ekstrak Buah Markisa Kuning (Passiflora Edulis Var. Flavicarpa) Dan Daun Pandan Sebagai Pewangi
Soygurt merupakan minuman berupa hasil fermentasi susu kedelai. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah markisa
kuning dan daun pandan terhadap kadar vitamin C dan kualitas organoleptik
soygurt. Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1 daun pandan sebagai pewangi
alami dengan konsentrasi daun pandan 0 (kontrol), 5, dan 10 ml/100 ml bahan,
sedangkan faktor 2 ekstrak buah markisa kuning sebagai perasa dengan
konsentrasi 0 (kontrol), 40, dan 80 ml/100 ml bahan pada pembuatan soygurt.
Data dianalisa menggunakan ANOVA 2 jalur. Kadar vitamin C tertinggi pada
perlakuan P0M2 (kontrol dengan ekstrak buah markisa kuning 80 ml) yaitu sebesar
6,219 mg, sedangkan kadar vitamin C terendah pada perlakuan P2M0
(penambahan 10 ml daun pandan dan tanpa ekstrak buah markisa kuning).
Organoleptik soygurt yang memiliki kualitas terbaik pada perlakuan P1M2
(penambahan daun pandan 5 ml dan ekstrak buah markisa kuning 80 ml) yaitu
memiliki tekstur encer, berwarna kuning, rasa sangat asam, dan beraroma agak
langu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penambahan ekstrak buah markisa
kuning berpengaruh terhadap kadar vitamin C serta kualitas organoleptik soygurt