Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kurikulum
Matematika di SMP Semesta Bilingual Boarding School/BBS Semarang yang
terdiri: (1) Landasan Penyusunan Kurikulum, (2) Penyiapan Kurikulum, (3)
Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM), (4) Pelaksanaan Pembelajaran, dan (5)
Evaluasi Kurikulum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian
etnografi (etnography studies) di mana etnografer dalam menyimpulkan
berdasar pada: yang dikatakan orang, cara orang bertindak, bukti yang
digunakan orang. Menggunakan sumber data dokumen, buku harian, hasil
observasi dan wawancara, foto-foto/video yang diperoleh dari kepala sekolah,
wakil kepala sekolah, dan guru Matematika. Data yang dianalisis adalah datadata
yang terkait dengan pengelolaan kurikulum Matematika di SMP Semesta
Bilingual Boarding School/BBS Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kurikulum Matematika
diterapkan berdasar pada landasan falsafah, psikologis, dan teknologis, (2)
Kurikulum Matematika disusun berdasarkan SNP dan dikembangkan dengan
penambahan 2 jam pembelajaran yang perencanaannya terdiri atas program
tahunan (19 minggu dan 17 minggu). Format atau bentuk prota, promes dan
silabus Matematika ketiganya tergabung dalam satu bentuk perangkat khusus
yang berisikan source/reference, material, definition, method, example dan
homework, (3) Penyiapan SDM guru untuk Matematika melalui tahap seleksi
sekolah, magang selama 3 bulan di sekolah dan 1 tahun di Turki. Guru
Matematika adalah lulusan S1 Matematika UPI Bandung. Kualifikasi pendidikan
sesuai dengan mata pelajaran dan yang bersangkutan pernah mengikuti berbagai
workshop dan pelatihan. (4) Proses pembelajaran sepenuhnya menggunakan
bahasa Inggris dan mengacu pada komponen-komponen: tujuan pembelajaran,
materi atau isi, strategi atau metode, media/sarana dan prasarana, serta
penilaian, yang kesemuanya telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan
prosedur. (5) Evaluasi pada kurikulum Matematika memperlihatkan keadaan
yang positif, hanya saja kreativitas dan pelayanan ke siswa belum begitu optimal