Sebagian waktu polisi lalu lintas dihadapkan pada pelayanan terhadap
kebutuhan-kebutuhan pengguna jalan dan sering berhubungan langsung dengan
masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat di bidang lalu lintas juga dilaksanakan
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun tugas-tugas polisi
nampaknya kurang dibarengi dengan pentingnya peran personil polisi.
Mengetahui hubungan antara tingkat ekstroversi dan kecerdasan spiritual dengan
perilaku prososial adalah tujuan dari penelitian. Populasi penelitian ini adalah
anggota Satlantas Polresta Surakarta unit Turjawali dengan sampel sebanyak 85
personil. Sampel diambil dengan teknik studi populasi. Pengambilan data diambil
dengan instrument skala. Metode analisis data menggunakan korelasi Product
Moment dan Analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai
koefisien korelasi (r) sebesar 0,707 dengan p = 0,000 (p < 0,01) atau ada
hubungan positif yang sangat signifikan antara tingkat ekstroversi dan kecerdasan
spiritual dengan perilaku prososial pada anggota Sat Lantas Polri. Sumbangan
efektif tingkat ekstroversi dan kecerdasan spiritual terhadap perilaku prososial
sebesar 50% yang ditunjukkan oleh koefisien determinan (r2) = 0,500. Hal ini
menyatakan bahwa masih terdapat 50% faktor-faktor lain yang memberikan
sumbangan efektif terhadap perilaku prososial diluar variabel tingkat ekstroversi
dan kecerdasan spiritual