Pada tahun 2006 PT.Lapindo Brantas mengalami kesalahan teknis
pengeboran minyak bumi dan gas. kesalahan teknis pengeboran minyak bumi dan
gas tersebut berakibat fatal bagi sebagian besar masyarakat di Porong Sidoarjo
dan sekitarnya. Untuk mengatasi masalah tersebut diusahakan luapan lumpur
panas Sidoarjo bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti sebagai bahan
pengganti sebagian semen ataupun sebagi bahan tambah pada beton. Pada
penelitian ini perencanaan campuran beton menggunakan metode American
concrete institute (ACI) dengan fas 0,60. Penelitian ini dilakukan pengujian kuat
tekan beton dengan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan
tinggi 300 mm Dengan menggunakan bahan tambah lumpur Sidoarjo yang
dicampur kapur. Bahan-bahan dalam penelitian ini adalah pasir Klaten, batu pecah
Wonogiri, Kapur Gunung Kidul, lumpur Sidoarjo,dan semen merk Gresik.
Prosentase Lumpur Sidoarjo dan kapur adalah 10% + 0%, 7,5% +10 %, 10% +
20%, 12,5% + 30%, 15%+40%, 17,5% + 47,5% dari berat semen dan tiap
variasi dibuat 5 benda uji.. kuat tekan rencana ƒ’c 25 MPa. Perawatan beton
dilakukan dengan cara merendam beton selama 28 hari. Pengujian kuat tekan dan
perawatan beton dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui kuat tekan beton dari tiap-tiap variasi bahan tambah kemudian
diketahui prosentase optimum penambahan lumpur Sidoarjo dicampur kapur,
sehingga didapatkan kuat tekan maksimum dan untuk mengetahui perbandingan
kuat tekan antara lumpur Sidoarjo bakar pada suhu 1000° C dicampur kapur
dengan Lumpur Sidoarjo kering udara dicampur kapur. Hasil penelitian didapat
kuat tekan rata-rata paling tinggi adalah pada prosentase lumpur sidoarjo bakar
sebesar 10% dari berat semen tanpa menggunakan kapur dengan kuat tekan ratarata
26,88 MPa. Kuat tekan terendah pada penambahan lumpur Sidoarjo kering
Udara 17,5% ditambah kapur 47,5% dengan kuat tekan rata-rata sebasar 12,62
MPa. Nilai kuat tekan beton mulai menurun pada penambahan Lumpur Sidoarjo
kering udara 10% dari 26,2 Mpa turun menjadi 25,8 MPa, lebih rendah dari beton
normal. Perbandingan kuat tekan sampai pada kadar terbesar / terakhir yaitu
lumpur Sidoarjo 17,5% dan kapur 47,5% antara beton lumpur sidoarjo kering
udara dicampur kapur dengan lumpur Sidoarjo bakar dicampur kapur adalah
23,95%. Jadi dapat disimpulkan bahwa lumpur Sidoarjo bakar dicampur kapur
lebih tinggi kuat tekanya dibanding lumpur Sidoarjo kering udara dicampur kapur