Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang
melindungi suatu area. Dinding panel itu sendiri adalah kesatuan dari beberapa
blok beton yang dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat menjadikan
sebuah dinding dengan kualitas yang baik. Akan tetapi dinding panel memiliki
kelemahan yaitu berat yang lebih dibandingkan dinding batu bata biasa. Berat dari
dinding panel akan berpengaruh terhadap beban yang nantinya akan ditahan oleh
struktur yang berada dibawahnya. Salah satu upaya untuk mereduksi berat dari
dinding panel itu sendiri adalah mengganti agregat kasar dengan styrofoam. Untuk
itu dalam penelitian perlu dilakukan uji coba pencampuran material bangunan
dinding panel menggunakan material yang ringan seperti styrofoam. Sedangkan
untuk memperkuat dinding panel dari lentur dipakailah kawat jaring kasa welded
mesh. Pada penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan berat jenis dinding
panel beton dengan dinding batu bata, serta mencari berapa variasi tebal yang
tepat sehingga dinding panel beton ini memiliki kuat lentur yang setara dengan
dinding batu bata. Dalam penelitian ini menggunakan fas 0,4 dengan perencanaan
campuran beton berdasarkan prosentase dari volume. Perencanaan campuran
adukan betonnya adalah 20 % Styrofoam, 65 % pasir, dan 15 % semen. Dari hasil
pencampuran beton styrofoam didapatkan nilai kuat tekan rata-rata silinder beton
yaitu 3,5 MPa, maka beton disarankan untuk non structural. Untuk perencanaan
variasi tebal dinding panel dilakukan perhitungan secara toritis dengan hasil
variasi : 120x50x12 cm, 120x50x14 cm, dan 120x50x16 cm. Dari hasil pengujian
berat jenis dinding panel beton, maka diperoleh rata-rata berat jenis dari tiap
variasi tebal 12 cm, 14 cm, dan 16 cm berturut turut 1,495 Ton/m3, 1,456 Ton/m3,
dan 1,369 Ton/m3. Maka dinding panel beton termasuk dalam beton ringan
dengan berat jenis 1,4 Ton/m3 sampai 2,0 Ton/m3 (Mulyono, 2004). Dari hasil
pengujian kuat lentur secara teoritis diperoleh nilai MOR dari masing-masing
variasi tebal dinding panel 12 cm, 14 cm, dan 16 cm berturut-turut sebesar 1,549
MPa, 1,449 MPa, dan 1,520 MPa dan Mretak awal berturut-turut sebesar 1,858 kN.m,
2,367 kN.m, dan 3,242 kN.m. Sedangkan dinding batu bata memiliki nilai MOR
yaitu 1,378 MPa dan nilai Mretak sebesar 2,250 kN.m. Dinding panel dengan
campuran styrofoam ini cocok dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti dinding
batu bata