Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit paru
kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara didalam saluran napas yang
tidak sepenuhnya reversible dan bersifat progresif. Indikator diagnosis PPOK
adalah penderita diatas usia 40 tahun, dengan sesak napas yang progresif,
memburuk dengan aktivitas, persisten, batuk kronik, produksi sputum kronik.
Biasanya terdapat riwayat pejanan rokok, asap atau gas berbahaya didalam
lingkungan kerja atau rumah.
Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi untuk mengurangi sesak
napas, membersihkan jalan napas dan mengurangi spasme otot bantu pernapasan
dengan modalitas nebulizer dan chest fisioterapi.
Metode: Studi kasus dengan pemberian nebulizer dan chest fisioterapi setelah
dilakukan 6x terapi diperoleh hasil.
Hasil: setelah dilakukan terapi sebanyak enam kali didapatkan hasil adanya
pengurangan sesak napas T1:3 menjadi T6:1, auskultasi sputum T1: bunyi cracles
keras, menjadi T6: bunyi cracles sangat pelan, pengurangan spasme
m.sternocleidomastoideus dan m.trapezius T1: spasme agak berat menjadi T6:
spasme ringan.
Kesimpulan: nebulizer dan chest fisioterapi dapat mengurangi sesak napas,
membantu membersihkan jalan napas dan mengurangi spasme otot bantu
pernapasan