Latar Belakang: Delayed development adalah klasifikasi ciri anak menunjukkan
keterlambatan signifikan dalam satu atau lebih domain perkembangan kognitif,
emosional atau fisik. Permasalahan yang timbul pada delayed development yakni
hipotonus pada otot yang menyebabkan keterlambatan kemampuan fungsional
anak.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Electrical Muscle
Stimulation (EMS) terhadap peningkatan tonus otot penderita delayed
development.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental
dengan menggunakan rancangan penilitian pre and post test two group design.
Sample sebanyak 12 siswa yang usianya 1-3 tahun. Pengukuran tonus otot
menggunakan sphygmomanometer sebelum dan sesudah diberikan perlakuan
selama 4 minggu. Uji Pengaruh menggunakan wilcoxon, uji beda pengaruh
dengan menggunakan mann whitney test.
Hasil: Hasil pengujian Wilcoxon menunjukkan pengaruh electrical muscle
stimulation terhadap tonus otot hal ini dilihat dari nilai p value quadriceps kanan
(p =0,026), quadriceps kiri (p =0,024) , tibialis anterior kanan (p =0,024) dan
tibialis anterior kiri (p =0,024). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
pemberian Electrical Muscle stimulation terhadap peningkatan tonus otot pada
pada penderita Delayed Development
Kesimpulan :Electrical muscle stimulation terbukti dapat menngkatkan tonus otot
pada anak delayed development. Dan pada kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol terdapat beda pengaruh yang signifikan