Representasi Pendidikan Karakter Nasionalisme Dan Kerja Keras Pada Tokoh Martini-Kusnadi Dalam Film “Cerita Dari Tapal Batas” (Analisis Semiotik untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pendidikan
karakter nasionalisme dan kerja keras pada tokoh Martini-Kusnadi dalam film
Cerita dari Tapal Batas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan metode
penelitian yang digunakan adalah teori semiotika Roland Barthes. Semiotika
Roland Barthes sebagai pisau analisis mengkaji makna dari suatu tanda, yaitu
tanda dasar dan umum yang dikembangkan menjadi teori denotasi dan konotasi.
Denotasi merupakan makna yang tetap, sedangkan konotasi sebagai makna yang
bervariasi. Semiotika Roland Barthes mengkaji tanda-tanda yang selanjutnya
dipengaruhi oleh mitos-mitos dan kebudayaan yang berlaku di kehidupan
masyarakat sehari-hari. Menurut Barthes, mitos terletak pada tingkatan kedua
penandaan, jadi setelah terbentuk sistem tanda-penanda-petanda. Tanda tersebut
akan menjadi penanda baru yang akan memiliki petanda kedua dan membentuk
tanda baru. Konstruksi penandaan pertama adalah bahasa, sedangkan konstruksi
penandaan kedua adalah mitos.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran pendidikan
karakter nasionalisme dan kerja keras pada tokoh Martini dan Kusnadi dalam film
Cerita dari Tapal Batas. Tokoh Martini dan Kusnadi dalam film ini
menggambarkan sosok yang memiliki karakter nasionalisme dalam dirinya
dengan dibuktikan adanya rasa cinta tanah air, rasa bangga menjadi warga negara
Indonesia, semangat bela negara, dan mengakui (menghargai) keanegaragaman
bangsa Indonesia maupun bangsa lain. Keterbatasan dan kurangnya perhatian dari
pemerintah, tidak membuat rasa kebangsaan keduanya berkurang. Kemudian,
kedua tokoh ini juga menggambarkan seseorang yang memiliki karakter kerja
keras. Hal ini dapat dibuktikan adanya sikap bekerja dengan ikhlas, melebihi
target kerja yang ada, dan produktif. Film Cerita dari Tapal Batas dapat digunakan
sebagai media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sekaligus referensi
bagi pelaksanaan pendidikan karakter khususnya karakter nasionalisme dan kerja
keras