Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu kabupaten yang
mempunyai potensi wisata alam yang tinggi, akan tetapi dari semua wisata alam
yang ada belum semuanya dapat dikembangkan menjadi wisata andalan daerah.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi obyek wisata di
Kabupaten Karanganyar, (2) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang
menjadi kendala dalam pengembangan kepariwisataan alam, dan (3) menentukan
skala prioritas pengembangan objek wisata alam yang belum dikelola.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data
sekunder yang dibantu dengan observasi lapangan. Analisa data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis dengan menggunakan teknik skoring
menggunakan Sistem Informasi Geografis.
Hasil yang didapat (1) terdapat variasi tingkat potensi wisata alam yakni
potensi tinggi, sedang, dan rendah. Objek wisata yang berpotensi tinggi adalah
Puncak Lawu; yang berpotensi sedang adalah Wana Wisata Gunung Bromo,
Sapta Tirta Pablengan, Wana Wisata Sekipan, Pringgondani, Air Terjun
Grojogan Sewu, Pemandian Air Hangat Cumpleng, Air Terjun Jumok, Goa
Tlorong, Air Terjun Gumeng dan Wisata Alam Tlogo Madirdo. Obyek wisata
yang berpotensi rendah adalah Sumber Air Panas Balong, Goa Cokrokembang
dan Goa Kalisodo dimana ketiga obyek tersebut belum dikelola. (2) Kendalakendala
yang dihadapi cukup beragam, mulai dari faktor internal: flora fauna
yang kurang beragam, kebersihan lingkungan tidak terjaga, ketersediaan lahan
yang tidak luas serta kemiringan lereng yang terjal. Kendala dari faktor
eksternal: jarak yang jauh dari pusat kota Kabupaten, sarana prasarana
aksesibilitas yang kurang memadai, jumlah fasilitas penunjang yang kurang
memadai, belum adanya kegiatan pengembangan dan promosi terhadap obyek
wisata tertentu. (3) Obyek wisata yang belum dikelola dan berpotensi untuk
dikembangkan yaitu Air Terjun Gumeng, dan Tlogo Madirdo