Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan konstruksi pendidikan karakter
kerja keras pada film Semesta Mendukung untuk pembelajaran PKn. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dengan telaah dokumen dan studi kepustakaan.
Penelitian ini tidak menggunakan keabsahan data karena yang diteliti adalah film,
sehingga data yang diperoleh sudah valid. Sedangkan analisis datanya
menggunakan analisis isi (content analysis) pada film Semesta Mendukung.
Peneliti menganalisis isi film mengenai konstruksi pendidikan karakter kerja keras
yang ada dalam film Semesta Mendukung. Berdasarkan analisis dengan berbagai
indikator, masing-masing nilai disimpulkan bahwa karakter kerja keras yang ada
dalam film Semesta Mendukung terletak pada adegan dan dialog tokoh sebagai
berikut: (1) Gagasan kerja keras diungkapkan oleh Arif dan Bu Tari, (2)
Pengungkapan dorongan kerja keras berasal dari ibunya, Bu Tari, bapaknya, dan
Pak Tio, (3) Penggambaran pelaksanaan kerja keras terlihat dari adegan tokoh
utama Arif, baik saat bekerja di bengkel, belajar untuk persiapan lomba,
membantu temannya mengambil bola, (4) Pengungkapan kendala karakter kerja
keras yaitu ketika kepala sekolah tidak memberikan ijin lomba fisika tingkat
provinsi, dan ketika Arif mengetahui hasil seleksi tim FUSI, (5) Pengungkapan
dukungan pihak lain untuk karakter kerja keras, berasal dari Pak Tio, bapaknya,
Thamrin sahabatnya, dan Cak Kumis. (6) Kostruksi pendidikan karakter untuk
kerja keras antara lain terlihat dalam adegan saat Arif dan Pak Tio berada di
dalam mobil berangkat ke Jakarta, adegan saat Arif sampai di asrama FUSI,
adegan saat Arif berangkat sekolah, dan adegan saat Arif berani mencoba
tantangan dari Pak Tio, (7) Konstruksi pendidikan karakter untuk implementasi
kerja keras dalam film antara lain saat Arif belajar lebih giat, Arif berani mencoba
menyelesaikan tantangan, Arif mencari ibunya dibantu oleh Thamrin, Arif dan
kawan-kawannya menyelesaikan soal-soal dalam olimpiade, dan pada saat Arif
melakukan pembuktian terhadap gelombang supersonik dalam olimpiade