Penanganan terhadap melek Geografi belum dilakukan secara optimal.
Selama ini, pembelajaran mengenahi Geografi dianggap bukan prioritas utama
dan hanya sebagai pengetahuan yang umum, padahal melek Geografi adalah hal
yang penting bagi masyarakat Indonesia yang merupakan wilayahnya rawan
terhadap bencana. Dalam hal ini pendidikan baik kurikulum maupun
budaya,pemahaman Geografi sekolah harus ditanamkan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam mengenal karakteristik
bencana dengan melek Geografinya dan mengetahui faktor pendukung dan
penghambat dari pihak sekolah dan dari guruyang merupakan faktor paling ber
pengaruh. Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif-kuantitatif, dengan
menggunakan menelaah Rpp guru yang mengajar mata pelajaran yang
bersangkutan yaitu Geografi selain itu di lakukan juga wawancara untuk
memperkuat data. Data dianalisis dengan melakukan kategori dan reduksi data.
Data ditampilkan secara naratif dengan dukungan data kuantitaif yang dihitung
dengan prosentase. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Pengetahuan
siswa SMA terhadap melek geografi dikategorikan cukup baik dengan prosentase
mencapai 52,12% 2) Sekolah belum memiliki kebijakan mengenahi kegiatan yang
bersangkutan langsung dengan lingkungan baik dari kurikulum maupun dari rpp
guru yang bersangkutan dan peran gurupun juga kurang begitu maksimal karna
kebijakan yang ingin di ambil tida sesuai dengan kebijakan yang sudah di buat
sekolah