Perilaku minum-minuman keras merupakan salah satu bentuk adaptasi
yang menyimpang oleh remaja dalam menghadapi berbagai bentuk perubahan
yang dialami. Kecenderungan perilaku minum-minuman keras salah satunya
dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan dalam memecahkan masalah. Tujuan
penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kemampuan
pemecahan masalah dengan kecenderungan perilaku minum-minuman keras,
sehingga penulis mengajukan hipotesis”ada hubungan negatif antara kemampuan
pemecahan masalah dengan kecenderungan perilaku minum-minuman keras pada
remaja”.
Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA WARGA Surakarta,
dengan sampel penelitian mengambil remaja kelas XI sejumlah 70 remaja. Tehnik
pengambilan sampel dengan purposive non random sampling. Alat ukur yang
digunakan untuk mengungkap variabel-variabel penelitian ada 2 macam alat ukur,
yaitu: (1) skala kemampuan pemecahan, dan (2) skala kecenderungan perilaku
minum-minuman keras. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi
product moment.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien korelasi (rxy) = –
0,448 dengan p≤0,01, dengan p = 0,000 yang berarti ada hubungan negatif yang
sangat signifikan antara kemampuan pemecahan masalah dengan kecenderungan
perilaku minum-minuman keras pada remaja. Semakin tinggi kemampuan
pemecahan masalah maka semakin rendah kecenderungan perilaku minumminuman
keras pada remaja, dan begitu pula sebaliknya. Rerata empirik variabel
kemampuan pemecahan masalah sebesar 77,100 dengan rerata hipotetik sebesar
70, dimana rerata empirik 77,100 berada di rentang antara 61,6 – 78,4 yang
menunjukkan area sedang. Jadi rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada
umumnya subyek mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang sedang.
Rerata empirik variabel perilaku minum-minuman keras yakni sebesar 46,757
dengan rerata hipotetik sebesar 72,5, dimana rerata empirik 46,757 berada di
rentang antara 46,4 – 63,8 yang menunjukkan area rendah. Jadi rerata empirik <
rerata hipotetik yang berarti pada umumnya subyek mempunyai perilaku minumminuman
keras yang rendah. Peranan kemampuan pemecahan masalah terhadap
kecenderungan perilaku minum-minuman keras pada remaja (SE) sebesar 20%,
yakni yang dilihat dari r2 sebesar 0,200