Penelitian dilakukan di Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri dengan tujuan
memetakan sebaran zona ancaman bahaya longsorlahan dan agihannya serta
mengidentifikasi upaya pengurangan risiko longsorlahan oleh masyarakat.
Metode pengharkatan dilakukan terhadap parameter–parameter longsorlahan,
yang meliputi kemiringan lereng, penggunaan lahan, curah hujan dan tekstur tanah yang
telah dikalikan dengan nilai bobot dan konstanta masing-masing parameter untuk
dilakukan proses overlay, kemudian dilakukan survey untuk pengambilan titik sampel
pada zona ancaman bahaya longsorlahan yang dianalisis berdasarkan unit bentuklahan
kemudian dihitung agihannya dan analisis sampel pengurangan risiko longsorlahan oleh
masyarakat berdasarkan questioner yang telah dibuat.
Hasil penelitian menunjukan sebaran ancaman bahaya longsor rendah berada
pada bentuklahan F1 dan F2 dengan luas 3.019,05 ha dengan presentase 58,79%. Bahaya
sedang pada bentuklahan S2 dengan luas 15,08 ha dengan presentase 0,29%, dan S1
berada pada ancaman bahaya tinggi mempunyai luas 2.102.39 ha mempunyai presentase
41%.Upaya pengurangan risiko oleh masyarakat yaitu menanam tanaman tertentu yang
berakar kuat, mengetahui lamanya bulan basah dan bulan kering, pembuatan drainase,
pengolahan tanah dengan baik secara manual pada lereng terjal, membuat sistem
pengairan berupa irigasi dan pengembangan komoditi pada lahan daerah penelitian