Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas intervensi pelatihan manajemen
perilaku kognitif terhadap penerimaan diri penyandang tuna daksa korban kecelakaan. Penelitian
ini termasuk penelitian jenis eksperimen karena memberikan perlakuan berupa intervensi.
Penelitian ini terdiri dari 3 kelompok, kelompok 1 (5 orang) adalah kelompok intervensi
pelatihan manajemen perilaku kognitif, kelompok II (4 orang) adalah kelompok relaksasi, dan
kelompok III (5 orang) adalah kelompok tanpa perlakuan. Pada setiap kelompok diberikan pre
test, post test, dan follow up Partisipan penelitian ini penyandang tuna daksa korban kecelakaan
yang sedang mengikuti pendidikan di BBRSBD Surakarta. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan
selama satu hari. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala penerimaan diri,
yang didukung dengan hasil observasi dan wawancara. Analisis yang dipakai adalah analisis
kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat berdasarkan data kuantitatif menggunakan Mann
Whitney U Test adalah hasil post test yaitu nilai bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
kelompok pelatihan dengan kelompok tanpa perlakuan hal ini dapat dilihat dari skor Z = -2.305
dengan p= 0,021(p<0,05), kemudian untuk kelompok relaksasi dengan meditasi dengan
kelompok tanpa perlakuan juga terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya hal ini
ditunjukkan oleh skor Z= -2.449 dengan p=0,014 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa
pemberian pelatihan manajemen pikiran dan pemberian teknik relaksasi berpengaruh dalam
penerimaan diri seseorang. Dari hasil pembandingan gained score pada saat pre dengan post test
pada kelompok 1 (pelatihan manajemen perilaku kognitif) didapatkan mean peningkatan skor
penerimaan diri sebesar 21, sedangkan pada kelompok 2 (teknik relaksasi) diperoleh skor 22,75
sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi lebih efektif dalam meningkatkan
penerimaan. Lebih lanjut lagi dapat diketahui bahwa antara kelompok eksperimen dengan
kelompok relaksasi tidak ada perbedaan yang signifikan ditunjukkan oleh skor Z = -1.353
dengan p = 0,176 (p>0,05) karena keduanya sama-sama efektif untuk meningkatkan penerimaan
diri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa Pelatihan
Manajemen perilaku kognitif dan teknik relaksasi memiliki pengaruh yang positif terhadap
peningkatan penerimaan diri pada penyandang tuna daksa akibat kecelakaan di BBRSBD
Surakarta. Hasilnya adalah partisipan mengalami kenaikan pada kategori kepercayaan diri,
bertanggung jawab,menyadari keterbatasan serta potensi yang dimiliki dan mampu
mengaplikasikan hasil pelatihan dalam pengasuhan sehari-hari