Latar Belakang: Torticollis adalah suatu keadaan dimana terjadi keterbatasan
gerak pada leher yang disebabkan oleh pemendekan otot sternocleidomastoideus
pada salah satu sisi dan mengakibatkan kepala dipertahankan pada sisi yang
mengalami gangguan yang menyebabkan kontralateral pada dagu. Pada kasus ini
diberikan modalitas berupa massage dan terapi latihan. Jika pada kasus ini tidak
dilakukan terapi dengan segera maka akan muncul masalah-masalah baru
misalnya terjadi asymetris pada wajah pasien.
Tujuan: Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi spasme,
meningkatkan lingkup gerak sendi dan mengulur otot sternocleidomastoideus
yang memendek pada kasus torticollis dengan menggunakan modalitas massage
dan Terapi Latihan (TL).
Hasil: Setelah dilakukan terapi selama 6 kali didapat hasil penilaian: peningkatan
lingkup gerak sendi (LGS) neck pasif. T1 lateral fleksi dextra: 4 menjadi T6: 6.
T1 side rotasi dextra: 3,2cm menjadi T6: 4,7cm. LGS neck aktif T1 lateral fleksi
dextra: 3cm menjadi T6: 5cm. T1 side rotasi dextra: 3cm menjadi T6: 4cm.
Peningkatan penguluran otot sternocleidomastoideus sinistra (statis), T1: 8cm
menjadi T6: 8,3cm. Saat posisi dinamis (distretch), T1: 8,9cm menjadi T6: 9,2cm.
Penurunan spasme T1: terdapat spasme menjadi T6: spasme berkurang.
Kesimpulan: Massage dapat mengurangi spasme pada kedua otot trapezius dan
sternocleidomastoideus sinistra. Terapi Latihan dapat meningkatkan lingkup
gerak sendi pada leher, dan dapat mengulur otot sternocleidomastoideus yang
memendek