Latar Belakang. Di dalam mencapai aspek perkembangan motorik kasar
balita, maka peran seorang ibu penting bagi perkembangan balita, sehingga
dengan mengupayakan kualitas hidup ibu untuk menuju pada aspek
perkembangan motorik kasar balita yang baik akan meningkatkan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi lebih maksimal.
Metode. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan
cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Puskesmas Mojolaban
Sukoharjo 13 November 2012. Besar sampel adalah 43 responden. Variabel
penelitian meliputi : kualitas hidup ibu dan aspek perkembangan motorik kasar
balita. Data kualitas hidup ibu diperoleh dengan kuisioner WHOQOL-BREF.
Data dari aspek perkembangan motorik kasar balita dengan menggunakan Tes
Denver. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square.
Hasil. Proporsi balita dengan aspek perkembangan motorik kasar balita lebih
banyak pada kelompok ibu dengan kualitas hidup yang baik dibanding dengan
kualitas hidup yang tidak baik (72,1% vs 27,9%) dan dianalisis dengan
menggunakan tes chi square, didapatkan nilai X² sebesar 15.216 dan p
sebesar< 0,000 (p<0,05). Sehingga Ho ditolak H1 diterima yang artinya
terdapat hubungan antara kualitas hidup ibu dengan perkembangan motorik
balita di Wilayah Puskesmas Mojolaban Sukoharjo.
Kesimpulan. penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara kualitas hidup ibu dengan Perkembangan Motorik Kasar
Balita di Wilayah Puskesmas Mojolaban Kabupaten Sukoharjo