Latar Belakang : Lengkuas (Alpinia galanga) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia diketahui bisa sebagai hepatoprotektor dan mengandung flavonoid yang berfungsi untuk melindungi hati dari radikal bebas. Tujuan Penelitian : Mengetahui efek ekstrak lengkuas terhadap kadar ALT pada tikus yang di induksi asetaminofen. Metode Penelitian : Eksperimental laboratorik, rancangan penelitian pretest - posttest with control group design. Sampel 30 tikus putih jantan dibagi secara random menjadi 5 kelompok. Kelompok KI (ekstrak lengkuas 200 mg/200 g), kelompok KII (asetaminofen 1440 mg/200 g), kelompok P1 (Ekstrak lengkuas 100 mg/200 g + Asetaminofen 1440 mg/200 g), kelompok P2 (Ekstrak lengkuas 200 mg/200 g + Asetaminofen 1440 mg/200 g), dan kelompok P3 (Ekstrak lengkuas 300 mg/200 g + Asetaminofen 1440 mg/200 g). Hasilnya dianalisis dengan uji Oneway ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji ANOVA diperoleh nilai p = 0,005 dengan demikian p 0,05). Kesimpulan : Pemberian ekstrak lengkuas dosis 200 mg/200 gram BB dapat menghambat kenaikan kadar ALT pada tikus yang diinduksi asetaminofe