Ikan merupakan bahan yang mudah sekali mengalami kerusakan yang
diakibatkan oleh mikrobia perusak pada ikan, sehingga perlu adanya suatu
pengawetan pada ikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jahe (Zingiber
officinale) dapat digunakan dalam pengawetan ikan. Senyawa fenol pada jahe
merupakan bagian dari komponen oleoresin yang berpengaruh pada sifat pedas
jahe seperti zingeron, shogaol, dan gingerol bersifat sebagai antimikroba dan
antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya hambat ekstrak
jahe (Zingiber officinale) terhadap pertumbuhan Pseudomonas aerugenosa
perusak ikan dalam sistem emulsi Tween 80.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental murni di
laboraturium. Jenis variabel dari penelitian ini adalah daya hambat
Pseudomonas aerugenosa (terikat) dan konsentrasi ekstrak jahe yang berbeda
(bebas). Ekstrak jahe diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut etanol 70%
menggunakan rotary vacum evaporator dan pengemulsi 1,0% Tween 80.
Pengujian terhadap pertumbuhan Pseudomonas aerugenosa dilakukan dengan
metode difusi agar pada media Nutrient Agar. Percobaan ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.
Konsentrasi ekstrak jahe yang diujikan adalah 0%, 25%, 35%, 45%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe dapat menghambat
pertumbuhan Pseudomonas aerugenosa. Berdasarkan uji One Way Anova,
terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian ekstrak jahe terhadap besar
daya hambat Pseudomonas aerugenosa pada konsentrasi 0% dengan 25%,
35%, dan 45%. Ekstrak jahe dengan konsentrasi 25% tidak berbeda nyata
dengan konsentrasi 35% dan 45%. Saran dari penelitian ini adalah ekstrak jahe
memiliki kemampuan sebagai antimikroba dan antioksidan khususnya bakteri
perusak sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam pengawetan ikan