Ketergantungan masyarakat pada tepung terigu semakin meningkat.Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan akan tepung terigu adalah dengan pemanfaatan produk olahan pangan lokal berbasis non serealia berupa
tepung sukun. Tepung sukun digunakan sebagai alternatif bahan substitusi pengganti terigu yang akan diolah menjadi kue muffin. Kue muffin merupakan
salah satu jenis kue manis yang dipanggang dalam kertas cup kecil dan disajikan fresh from the oven
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh variasi substitusi tepung sukun (0%,15%,25%,35%) terhadap daya serap air dan tingkat pengembangan kue muffin. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova
satu arah program SPSS Versi 17, apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji LSD Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung sukun 35% suhu
80⁰C daya serap airnya paling tinggi. Paling rendah pada substitusi tepung sukun 0% suhu 60⁰C. Hasil persentase tingkat pengembangan paling tinggi dari variasi
substitusi tepung sukun 0% sebesar 98,4%, kemudian diikuti substitusi tepung sukun 15% sebesar 93,8%
Kesimpulan dari penelitian menyatakan bahwa tidak ada pengaruh variasi substitusi tepung sukun dengan suhu yang sama terhadap daya serap air serta
tidak ada pengaruh variasi substitusi tepung sukun dengan suhu yang berbeda terhadap daya serap air dan adanya pengaruh dari variasi substitusi tepung sukun terhadap tingkat pengembangan kue muffin