Selama ini Rumah Sakit Umum Daerah Sragen dalam menilai
kinerjanya hanya berfokus pada efisiensi pengelolaan dana yaitu dengan
mengevaluasi anggaran pendapatan dan biaya apakah sudah dapat dibandingkan
dengan realisasinya atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana kinerja rumah sakit apabila menggunakan Balanced Scorecard.
Dengan menggunakan Balanced Scorecard diharapkan rumah sakit dapat
mengembangkan aspek keuangan dan non keuangan dalam melakukan penilaian
kinerja, sehingga nantinya diharapkan bahwa rumah sakit mampu menjadi
institusi yang dapat memberikan kepuasan kepada para konsumen, membentuk
loyalitas karyawan yang berkomitmen tinggi dan kemudian akan menghasilkan
pendapatan yang memadai untuk peningkatan fasilitas demi kemajuan rumah
rumah sakit itu sendiri.
Penelitian dilakukan dengan mengambil data selama 3 tahun, yaitu dari
tahun 2009-2011, dimana peneliti melakukan evaluasi kinerja rumah sakit antar
periode kemudian membandingkan dengan target yang sebelumnya telah
ditetapkan dan kemudian diberi skor sesuai dengan kriteria. Data diperoleh
melalui studi pustaka dan data sekunder Rumah Sakit Umum Daerah Sragen.
Sedangkan untuk teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis
komparatif yaitu membandingkan antara pengukuran kinerja dengan metode
standar pengukuran jasa pelayanan kesehatan dan pengukuran kinerja dengan
metode Balanced Scorecard.
Hasil analisis yang sudah dilakukan peneliti kesimpulannya bahwa
pengukuran kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sragen memungkinkan untuk
menerapkan Balanced Scorecard. Hasil analisa pengukuran kinerja dengan
metode standar jasa pelayanan kesehatan adalah cukup. Sedangkan hasil
pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard adalah baik