Kasus kekerasan terhadap anak marak terjadi. Bentuk ancaman atau
pemalakan lebih sering muncul dalam beberapa bentuk seperti mengejek, minta
makanan, minta dibuatkan tugas sampai disaat ujian minta untuk diberikan
contekan, hal tersebut biasanya disebut dengan bullying. Bullying adalah tindakan
menyakiti secara fisik dan psikis secara terencana oleh pihak yang merasa lebih
berkuasa terhadap yang lemah dan dilakukan secara berulang. Bullying bisa terjadi
kepada siapa saja. Individu yang menjadi korban bullying biasanya mengalami
kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, menarik diri dari lingkungan,
tidak dapat mengekspresikan perasaannya, subjek cenderung diam dan tidak
melawan ketika mendapat perlakuan kekerasan, sehingga subjek yang menjadi
korban bullying cenderung mempunyai keterampilan sosial yang rendah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
keterampilan sosial dengan menjadi korban bullying. Hipotesis yang diajukan
adalah ada hubungan negatif antara keterampilan sosial dengan menjadi korban
bullying. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4-5 Sekolah Dasar
di Kecamatan Laweyan, yaitu SD Muhammadiyah 16, SD Negeri No. 205 dan SD
Negeri Mangkuyudan No. 2 yang berjumlah 206 orang. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian adalah cluster random sampling. Metode
pengambilan data dengan menggunakan skala menjadi korban bullying dan skala
keterampilan sosial yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi product
moment dengan bantuan aplikasi SPSS 15.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara
keterampilan sosial dengan korban bullying, dimana nilai koefisien korelasi (r)
sebesar -1,50; p = 0,031 (p < 0,05). Sumbangan efektif variabel keterampilan
sosial dengan menjadi korban bullying sebesar 2,3%. Berdasarkan hasil analisis,
diketahui bahwa variabel menjadi korban bullying mempunyai rerata empirik
(RE) sebesar 9,71 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 12 tergolong rendah
cenderung sedang, sedangkan variabel keterampilan sosial mempunyai rerata
empirik (RE) sebesar 45,02 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 36 tergolong
sedang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada hubungan
negatif yang signifikan antara keterampilan sosial dengan korban bullying