Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang serius,
pada umumnya masyarakat tidak mengetahui gejala depresi sehingga
menghambat penyesuaian diri terhadap stressor. Keluarga merupakan support
system utama bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara support system keluarga
dan kondisi fisik dengan tingkat depresi lansia di desa Randulanang Jatinom
Klaten. Desain penelitian ini adalah non eksperimen, kuantitatif dengan metode
penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian
adalah semua lansia yang berusia ≥60 tahun, tinggal dengan keluarganya, dan
masih memiliki pasangan hidup. Populasi penelitian di Desa Randulanang
Jatinom Klaten sebanyak 66 Lansia. Sampel penelitian adalah 40 lansia dengan
metode proportional random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner
depresi Geriatric Depression Scale (GDS), kuesioner support system keluarga, dan
pedoman wawancara kondisi fisik. Teknik analisis data menggunakan uji Chi
Square. Penelitian yang di lakukan di Desa Randulanang Jatinom Klaten dapat
disimpulkan bahwa: (1) Support system keluarga yang diterima lansia adalah
sedang yaitu sebanyak 24 responden (60%), (2) kondisi fisik lansia mengalami
kondisi kesehatan sedang yaitu sebanyak 22 responden (55%), (3) tingkat depresi
pada lansia adalah mengalami depresi yaitu sebanyak 27 responden (68%), (4) ada
hubungan antara support sytem keluarga dengan tingkat depresi pada lansia (p-value = 0,027), dan (5) ada hubungan antara kondisi fisik dengan tingkat depresi
pada lansia (p-value = 0,033)