Latar Belakang : Masalah gizi kurang sering terjadi pada anak balita. Masa
balita merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang
optimal. Masalah gizi pada anak balita antara lain adalah stunting, masih
tingginya prevalensi anak pendek (stunting) merupakan masalah yang berkaitan
dengan kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan kurang memadainya pelayanan
dan kesehatan lingkungan.
Tujuan : Mengetahui perbedaan karakeristik keluarga yang memiliki balita
stunting dan non-stunting di Kelurahan Kartasura Kecamatan Kartasura
Kabupaten Sukoharjo.
Metode Penelitian : Jenis penelitian bersifat observasional dengan pendekatan
crossectional. Jumlah sampel 35 ibu balita stunting dan 35 ibu balita non-stunting
yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran
antropometri. Data karakteristik keluarga (pendidikan, pekerjaan, pendapatan,
pengetahuan gizi) diperoleh melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Uji
statistik yang digunakan adalah uji statistik Mann Whitney dan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendidikan ibu pada balita stunting
11 tahun dan balita non-stunting 12 tahun. Tidak terdapat perbedaan pada
pendidikan ibu (p=0,135). Status pekerjaan ibu pada balita stunting sebagian
besar tidak bekerja dan balita non-stunting adalah bekerja. Terdapat perbedaan
pada status pekerjaan ibu (p=0,027). Rata-rata pendapatan keluarga pada balita
stunting Rp. 957.000 dan balita non-stunting Rp. 1.388.000. Terdapat perbedaan
pada tingkat pendapatan keluarga (p=0,014). Rata-rata nilai pengetahuan gizi ibu
pada balita stunting 81 dan pada balita non-stunting 83. Tidak terdapat
perbedaan pada pengetahuan gizi ibu (p=0,767).
Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan tingkat pendidikan dan pengetahuan
gizi ibu antara keluarga yang memiliki balita stunting dan non-stunting, tetapi
terdapat perbedaan status pekerjaan ibu dan tingkat pendapatan keluarga antara
keluarga yang memiliki balita stunting dan non-stunting