Tugas akhir ini dimaksudkan untuk merencanakan tempat hunian
bertingkat dengan fasilitas tertentu dalam satu gedung, dalam bentuk nyata hampir
sama dengan rumah susun. Perencanaan ini dibatasi pada perencanaan struktur
dari gedung, yaitu struktur atap (kuda-kuda) dan beton bertulang (plat lantai,
tangga, balok, kolom, dan perencanaan pondasi). Perencanaan gedung terletak di
Sukoharjo dengan faktor gempa sesuai dengan prinsip daktail parsial.
Perencanaan pembebanan untuk gedung menggunakan PPIUG 1983 dan PBI
1971. Analisis perhitungan struktur gedung menggunakan bantuan SAP 2000 v.8
Nonlinear dengan tujuan mempercepat perhitungan. Sedangkan penggambaran
menggunakan program AutoCAD 2007. Analisis beban gempa menggunakan
metode statik ekivalen dengan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk
Rumah dan Gedung SNI-1726-2002. Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk
Bangunan Gedung mengacu pada SNI 2847-2002, sedangkan untuk perhitungan
struktur rangka atap baja mengacu pada PPBBUG 1987 serta SNI 1729-2002.
Mutu bahan untuk penulangan struktur beton bertulang dengan kuat tekan (f’c) =
25 MPa, fy = 400 MPa, sedangkan untuk profil kuda-kuda baja menggunakan
mutu baja Bj 52 (σijin = 2400 kg/cm2). Hasil yang diperoleh pada perencanaan
struktur gedung adalah sebagai berikut : Stuktur rangka kuda-kuda baja
menggunakan profil 50.65.7, dengan alat sambung baut ø = 9,53 mm dan plat
buhul tebal 10 mm. Ketebalan plat atap 10 cm dengan tulangan pokok D8 dan
tulangan bagi D6. Ketebalan plat lantai 12 cm dengan tulangan pokok D8 dan
tulangan bagi D6. Ketebalan Plat tangga dan bordes 12 cm dengan tulangan pokok
D12 dan tulangan bagi Dp8. Dimensi balok 400/600, dan dimensi kolom 500/500.
Dimensi pondasi tiang pancang 300/300 dengan tulangan pokok 4D19 dan
tulangan geser 2 dp 10-165, plat poer (2,4x2,4) m2 setebal 1,0 m dengan tulangan
pokok D22 dan tulangan bagi D16, sedangkan dimensi sloof 500/500
menggunakan tulangan pokok D22 dan tulangan geser 2 dp 10