Telah diteliti sebelumnya bahwa kombinasi ekstrak salam dengan
tempuyung 100mg/kgBB mempunyai aktivitas setara dengan alluporinol
10mg/kgBB dalam menurunkan kadar asam urat. Inflamasi dapat terjadi pada
kondisi hiperurisemia. Ekstrak air daun salam dan ekstrak etanol tempuyung telah
diketahui memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efek antiinflamasi kombinasi ekstrak air daun salam (Eugenia polyantha Wight.)
dengan tempuyung (Sonchus arvensis L.) pada tikus yang telah diinduksi dengan
karagenin 1%.
Dua puluh lima ekor tikus, dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I diberi
aquadest p.o 2,5mL/200gBB, kelompok II diberi Na-diklofenak p.o
6,75mg/kgBB, kelompok III diberi kombinasi ekstrak air daun salam 100
mg/kgBB dengan tempuyung 100mg/kgBB, kelompok IV diberi ekstrak air daun
salam 100mg/kgBB dan kelompok V diberi ekstrak air tempuyung 100mg/kgBB
secara peroral. Induksi 0,1 ml karagenin 1% dilakukan 1 jam sebelum perlakuan
secara subplantar. AUC rata-rata setelah perlakuan, diuji dengan uji Anava satu
jalan dan Least Significant Difference dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak air daun salam
100mg/kgBB dengan tempuyung 100mg/kgBB mempunyai aktivitas
antiinflamaasi lebih tinggi dibanding ekstrak air daun salam 100mg/kgBB ataupun
ekstrak air tempuyung 100mg/kgBB dengan nilai AUC
0,34ml.jam;0,57ml.jam;0,74ml.jam dan persen DAI 63,78%;39,63%;21,7%