Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun
fisikologik. Permasalahan yang terjadi pada kulit begitu kompleks, antara lain
kelainan pigmentasi yaitu hiperpigmentasi. Untuk mengembalikan kondisi kulit
yang lebih baik yang bertujuan untuk mengurangi hiperpigmentasi pada kulit
wajah, mencerahkan kulit wajah dari dalam, mengurangi teroksidasinya melanin
dan menghambat pembentukan melanin dapat dilakukan dengan berbagai macam
tindakan. Iontophoresis didefinisikan sebagai pendahuluan, dengan menggunakan
arus listrik langsung, dari ion pemecahan garam ke dalam jaringan tubuh untuk
tujuan terapeutik.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh intervensi iontophoresis
Ser-C terhadap hiperpigmentasi pada kulit wajah.
Metode yang dipakai: Quasi Experiment dengan pendekatan Pretest and
Postest with Control Group. Penelitian ini dilakukan di kediaman ibu-ibu
lingkungan Nilasari Baru Desa Gonilan. Dengan responden yang diteliti adalah
paguyuban ibu-ibu dilingkungan Nilasari Baru-Desa Gonilan RT.01 RW.10 Kec.
Kartasura Kab. Sukoharjo. Jumlah populasi yang akan diteliti adalah 36 orang,
dikelompokkan menjadi dua kelompok sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil penelitian dianalisa menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil penelitian: Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang bermakna
pengaruh iontophoresis ser- C (p = 0,011), ada perbedaan yang bermakna
pengaruh non iontophoresis ser-C (p = 0,001), dan Mann-Whitney menunjukkan
ada perbedaan yang bermakna pada peningkatan derajat hiperpigmentasi pada
kulit wajah antara pemberia