Latar Belakang : Sepsis neonatorum saat ini masih menjadi masalah yang belum dapat terpecahkan dalam pelayanan dan perawatan bayi baru lahir. Di negara berkembang, hampir sebagian besar bayi baru lahir yang dirawat mempunyai
kaitan dengan masalah sepsis. Banyak faktor penyebab terjadinya sepsis salah satunya adalah KPD.
Tujuan : Untuk mengetahu apakah riwayat ketuban pecah dini (KPD) merupakan faktor risiko terjadinya sepsis neonatorum.
Metode : Desain penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol. Data neonatus diambil dari rekam medis. Subjek penelitian adalah neonatus yang dirawat di unit
perawatan neonatal Dr. Moewardi Surakarta pada 2010 dan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kasus adalah neonatus dengan sepsis dan kelompok lainnya adalah neonatus tanpa sepsis sebagai kontrol. Data yang diperoleh dianalisis
dengan uji Chi-Square. Hasil : Terdapat 231 neonatus yang dilibatkan, terdiri dari 77 neonatus dengan sepsis dan 154 neonatus tanpa sepsis. Dari 77 neonatus dengan sepsis terdapat 56 neonatus dengan KPD dan dari 154 neonatus tanpa sepsis terdapat 75 neonatus dengan KPD. Dari hasil analisis Chi-Square didapatkan p 0.001, dan nilai OR 2.809 (95% CI 1.553;5.081). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara KPD dengan terjadinya sepsis neonatorum. KPD meningkatkan risiko sebesar 2 kali pada neonatus untuk mengalami sepsis daripada yang tidak KPD