Tazkiyatun nafs baik konsep maupun seputar permasalahan yang terkait
dengannya selalu hangat dibicarakan oleh banyak ulama maupun pemikir sesuai
dengan masa, konteks dan komunitas dari masing-masing mereka. Sebab,
Tazkiyatun nafs intens terhadap pensucian jiwa manusia dari berbagai virus
maupun kotoran baik yang bersifat batiniah maupun lahiriah, serta membebaskan
jiwa manusia dari segala bentuk keterpurukan, kebingungan dan derita hidup
akibat jiwa yang kotor. Sehingga tazkiyatun nafs merupakan tolak ukur dalam
menentukan keberuntungan dan keterpurukan seseorang. Dengan begitu penelitian
maupun kajian dalam topik tazkiyatun nafs begitu esensial untuk dilakukan secara
istiqamah. Bertolak dari itu, tesis ini mengakaji dan meneliti tentang; Konsep
Tazkiyatun Nafs Menurut Sa‘id Hawwa. Sa‘id Hawwa yang menjadi tokoh dalam
penelitian ini adalah seorang tokoh Islam kontemporer dari Syiria, juga seorang
tokoh terkemuka dalam Jama‘ah Ikhwanul Muslimin, bahkan termasuk diantara
sederetan tokoh yang berpengaruh di abad 20. Disamping Sa‘id juga dikenal
sebagai tokoh spritual sehingga ia pun dijuluki seorang sufi yang aktifis dan
jihadis. Tazkiyatun nafs menurut Sa‘id merupakan langkah yang pertama dan
paling utama dilakukan, bahkan hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim.
Tesis ini mengkaji dan meneliti secara utuh bagaimana konsep tazkiyatun
nafs menurut pandangan Sa‘id Hawwa, mengetahui konsep dan metode tazkiyatun
nafs Sa‘id Hawwa, serta implikasinya dalam rangka mensucikan jiwa manusia
apakah sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Penelitian ini termasuk jenis
penelitian bibliografis dan kualitatif, kerena itu sepenuhnya bersifat library
research atau dirâsah maktabiyah (penelitian kepustakaan) murni dengan
menggunakan pendekatan historis filosofis. Data-data yang didapatkan akan
dianalisa secara berurutan dan interaksionis yang terdiri dari tiga tahap yaitu; (1)
Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan simpulan atau verifikasi.
Kajian tentang pemikiran Sa‘id Hawwa yang dituangkan dalam konsep
tazkiyatun nafs memberikan suatu gambaran dan kesimpulan bahwasannya
tazkiyatun nafs adalah berperoses pada tiga tahapan; pertama, penyucian
(tathahhur) jiwa dari segala penyakit maupun kotoran, kedua, merealisasikan
(tahaqquq) berbagai maqam padanya, ketiga, berakhlak (takhalluq) dengan
sebagian asma’ dan shifat Allah ‘ala muqtadha ‘ubudiyah (sesuai ketentuan
‘ubudiyah) dengan Rasulullah Saw sebagai teladan. Walhasil, penelitian ini
mengekspresikan sebuah konsep tazakiyatun nafs menurut Sa’id Hawwa yang
secara umum merepresentasikan pengertian, hukum, tahapan-tahapan, tujuan,
serta sarana-prasarana tazkiyatun nafs secara komprehensip. Hendaknya, konsep
yang dideskripsikan dalam tulisan ini dapat dijadikan sebagai panduan yang
memadai untuk mengiringi langkah-langkah setiap insan dalam meniti jalan
tazkiyatun nafs